Oksigen Terbatas, Para Pasien Covid-19 Susah Bernafas

Penuhi Kebutuhan Pasien Covid! Beri Tabung Oksigen

39 Hari

Oksigen Terbatas, Para Pasien Covid-19 Susah Bernafas

PPKM gelombang kedua COVID-19 menyerang Indonesia?
Stok oksigen kritis harga melambung, hingga IGD tutup, mengapa bisa terjadi?
Ketersediaan rumah sakit untuk isolasi pasien covid semakin menipis dan STOK TABUNG OKSIGEN MAKIN LANGKA!

 

Sahabat dermawan, seperti yang kita ketahui, pandemi COVID-29 di Indonesia belum berakhir bahkan PPKM kabarnya akan di perpanjang, semakin hari angka pasien covid semakin tinggi dan jumlah pasien yang meninggal akibat terpapar Covid-19 juga semakin meningkat!

Bahkan sudah mencapai 32.000 kasus positif dalam satu harinya

Dilansir dari BBC.com (Sumber BBC Indonesia)
Pasokan oksigen di rumah sakit dan pasaran kini dalam status kritis seiring peningkatan kasus Covid-19 yang terus memecahkan rekor, Bahkan, beberapa rumah sakit harus menutup pintu bagi pasien baru dengan gangguan pernapasan.

Padahal sesak napas yang biasa diderita oleh pasien Covid-19 akan lebih mudah diatasi dengan menggunakan tabung oksigen.

Karena jumlah permintaan yang banyak tidak sebanding dengan stok yang ada, tidak hanya dirumah sakit saja melainkan pasien yang terpaksa isoman di rumah juga membutuhkan tabung oksigen.

Covid 19 kini dampaknya sangat dirasakan Kembali oleh masyarakat terutama masyarakat menengah kebawah salah satunya ada Mak Pupu penjual gorengan kelililng diwilayah kaki galunggung.

Dengan modal yang tak seberapa hanya modal Rp.200.000,- Rupiah beliau berkeliling kampung menjual bermacam makanan ringan buatan sendiri dan gorengan guna terus berikhtiar mencari nafkah untuk memenuhi kebutuhan hidup.

Dengan adanya pandemik ini sangat berdampak terhadap beliau, pasalnya masyarakat ketakutan untuk berkerumun sedangkan budaya dagang keliling mendatangi rumah ke rumah dengan budaya berkumpul dan kini laba yang didapat hanya kisaran Rp.50.000,- Rupiah itupun jika dagangannya habis.

Ada juga satu pasien yang sedang kami dampingi , ia bernama Sindi pada proses pengobatan yang sedang di jalankan , ia terpapar penyakit COVID 19 juga , jadi pengobatan untuk de sindi terpaksa di hentikan dan harus menunggu penyakit COVID 19 di tubuhnya sudah hilang. Penyakit sindi ini termasuk golongan kronis , jika penyakitnya di biarkan perut nya akan terus membesar bahkan dokter pernah bilang jika pengobatan di hentikan perut de sindi akan pecah .

Mari sama-sama salurkan dukungan terbaik kita untuk bantu Indonesia hadapi pandemi Covid-19 dengan patungan berbagi tabung oksigen gratis untuk pasien Covid-19 yang sedang isolasi dirumah ataupun dirumah sakit dengan menyelamatkan mereka melalui https://kitabisa.com/campaign/…

Salurkan dukunganmu dengan cara : 

1. Klik tombol “DONASI SEKARANG”

2. Masukkan nominal donasi

3. Pilih metode pembayaran GO-PAY atau transfer Bank (transfer bank BNI, Mandiri, BCA, BRI, BNI Syariah, atau kartu kredit) dan transfer ke no. rekening yang tertera.