De Lani Mengidap Bocor Jantung

∞ hari

De Lani Mengidap Bocor Jantung

Data dari Indonesia Heart Association menyebutkan perkiraan jumlah kasus penyakit jantung bawaan (PJB) ada sekitar 43.200 dari 4,8 juta kelahiran setiap tahunnya di tanah air. Di antaranya banyak juga yang terlahir dari keluarga kurang mampu. Sehingga banyak yang tidak punya kemampuan berobat sampai tuntas. Menjadikannya masih menjadi salah satu penyebab kematian tertinggi.

Assalamu’alaikum wr wb #SahabatAmal

Lani Septiani Marwah, tampak begitu menggemaskan di usianya yang baru 6 bulan. Namun, ukuran tubuhnya yang tampak kecil atau kurus dibandingkan kebanyakan bayi seusianya, membuktikan Lani tidak baik-baik saja.

Bayi malang yang berasal dari keluarga kurang mampu ini divonis dokter mengidap kebocoran jantung. Saat usia Lani 2 hari, tiba-tiba bayi mungil ini demam, batuk, hingga puncaknya alami sesak hebat. Karena orang tua hanya mampu bawa Lani ke Puskesmas, Lani pun hanya bisa masuk IGD Puskesmas terdekat di tempat tinggal mereka, di Tasikmalaya.

Namun, pihak Puskesmas tidak mampu menangani Lani dan meminta bayi ini harus segera dibawa ke RS SMC Singaparna. Sang Ayahnya yang hanya bekerja sebagai petani kecil biasa, sampai kebingungan saat itu darimana uang untuk pergi ke RS? Apa boleh buat, motor pun dijual.

Di RS SMC Lani sudah pernah mendapatkan tindakan di LAB, rontgen, hingga echo selang oksigen yang terpasang di kedua lubang hidung Lani.

“Pak/bu anak ibu mengindap penyakit bocor jantung , ia harus segera ditindak lanjuti, untuk tindakan selanjutnya banyak sekali pengobatan yang tidak tercover BPJS”

Saat dokter mengatakan penyakit buah hati kecil mereka, Ayah dan Ibu Lani bagaikan tersambar petir. Mereka kini harus memutar otak lebih keras untuk bisa hasilkan biaya pengobatan untuk Lani.

Padahal, selama ini sebagai petani kecil yang bekerja di ladang milik orang lain, Ayah Lani hanya di beri upah Rp. 20 ribu per harinya. Termasuk Lani, mereka juga masih punya dua anak lainnya. Selama ini biaya untuk makan dan kehidupan sehari-hari lainnya saja sudah begitu kesulitan.

Tidak hanya ada banyak biaya pengobatan Lani yang tidak ditangani BPJS, orang tua bayi Lani juga harus siapkan biaya operasional selama pengobatan yang tidak sedikit. Ke depannya, Lani masih harus rutin kontrol ke RS termasuk jalani rangkaian operasi. Jangka waktu pengobatannya masih panjang dan biayanya bisa capai ratusan juta.

Untuk itu Sahabat #GemarBeramal, saat ini Lani dan kedua orang tuanya membutuhkan uluran tangan Sahabat yang mau berikan harapan hidup lebih banyak bagi bayi Lani. Dukung biaya pengobatan sakit jantung bocor Lani, melalui donasi terbaik yang bisa Sahabat #GemarBeramal berikan, melalui:

  1. Klik Tombol “Donasi”
  2. Masukkan Nominal Infak Sahabat
  3. Masukkan Data yang Diminta oleh Sistem
  4. Lakukan Transfer ke Rekening Bank yang Sahabat Pilih

Selain itu, Sahabat juga bisa mengajak keluarga, teman, dan sahabat lainnya untuk membantu dengan cara share link ini via WhatsApp dan Facebook.

InsyaAllah setiap kebaikan dari ajakan kita, maka Sahabat pun akan mendapatkan pahalanya.

Terima kasih kami ucapkan, doa dan dukungan Sahabat sangatlah berarti.