Bantu Ibu ai sembuh dari penyakit Kanker Rahim dan Kista Ovarium yang menyiksanya

Bantu Ibu ai sembuh dari penyakit Kanker Rahim dan Kista Ovarium yang menyiksanya

39 Hari

Bantu Ibu ai sembuh dari penyakit Kanker Rahim dan Kista Ovarium yang menyiksanya

Hanya karena kewajiban manusia untuk terus berikhtiar, dalam penderitaan penyakit Kanker Rahim dan Kista Ovarium yang menyiksanya, Ibu A’I tetap bertahan dan terus berusahan untuk sembuh demi kembali dapat mengabdi sebagai seorang istri.

 

 

 

Kali ini, kami akan membantu Ibu A’i Darmini bersusia 48 tahun. Berawal dari rasa sakit di kedua lututnya pada bulan Agustus 2020, sakit di kedua lututnya berangsur pulih sampai bulan desember, dan ahirnya pada awal tahun 2021 sakit di lututnya sembuh total. Namun kebahagian tersebut tidak berlangsung lama, pada pertengahan bulan Januari 2021, Ibu A’i tidak pernah menyangka hal itu sebagai awal diketahui bahwa ia menderita penyakit yang paling menakutkan setiap wanita, yaitu Kanker Rahim, setelah diketahui penyakitnya tersebut suami ibu A’i tidak tinggal diam segera dibawa ke puskesmas untuk di periksa lebih lanjut, dan di lakukan pengobatan selama beberapa minggu, karena ada ke ganjilan suami ibu a’I segera membawa ke klinik untuk di lakukan pengeceka di LAB, dan sangat mengejutkan ketika hasil LABnya menyatakan adanya penyakit lain selain kanker rahim yaitu Kista pada Ovariumnya.

Ibu A’i sudah berulangkali keluar masuk rumah sakit, akan tetapi belum ada tindakan yg berarti untuk penanganan penyakit yg di deritanya. Kini perut Ibu A’I semakin membesar. Dalam kurun waktu hanya 4 bulan dari pertengan bulan januari sampai dengan bulan mei 2021 Ibu A’i merasakan penyakitnya semakin dirasa menyiksanya. Sering terbersit rasa putus asa, apalagi ketika melihat suaminya yang banting tulang mencari nafkah sebagai penarik ojek. Dalam lelah sepulang menarik ojek, suami tercintanya dengan tulus merawatnya dan tak pernah bosan memberi semangat kepada ibu A’i. yang paling menyakitkan ketika berobat, dimana untuk membayar biaya pengobatan terpaksa menggunakan biaya dari bantuan PKH serta hars menggunakan uang bantuan anaknya dari sekolah, yg seharusnya di gunakan untuk keperluan perjalanan anaknya sekolah.

 

 

Dalam solatnya yang dilakukannya sambal berbaring, Ibu A’i tak pernah melewatkan untuk meminta pertolongan Allah. Supaya diberi kekutan dalam menghadapi cobaan yg sedang ibu a’I alami.

Suami dari Ibu A’i, bapak Ceceng keseharianya bekerja sebagai penarik ojek. Penghasilan dari ngojek tidak dapat ditentukan jumlahnya, apalagi pada situasi seperti sekarang, sehari paling menghasilkan uang antara Rp.15.000 sampai Rp.35.000 . Selain itu, kondisi Ibu A’i yang tidak bisa berlama-lama ditinggalkan, mengakibatkan bapak Ceceng tidak bisa seharian menarik ojek. Sekali-kali bapak Ceceng harus pulang menengok istrinya, dan tentu saja hal tersebut sangat mempengeruhi penghasilan menarik ojek yang  semakin memperburuk situasi keuangan keluarganya.

Kini, Ibu A’i hanya berharap kesembuhan, dan akan dengan sabar berjuang untuk meraih itu. Terlintas dalam benaknya, betapa bahagianya apabila sembuh nanti, ia akan habiskan waktunya untuk mengabdi kepada suami dan membimbing anak-anaknya serta kembali aktif di lingkungan untuk banyak berbuat kebaikan.

, dengan cara:

1. Klik tombol “DONASI SEKARANG”
2. Masukkan nominal donasi
3. Pilih metode pembayaran GO-PAY, Jenius Pay, LinkAja, DANA, Mandiri Virtual Account, BCA Virtual Account, atau transfer Bank (transfer bank BNI, Mandiri, BCA, BRI, BNI Syariah, atau kartu kredit) dan transfer ke no. rekening yang tertera.

Tak hanya mendoakan dan berdonasi, saudara-saudara juga bisa membagikan halaman galang dana saya ini agar semakin banyak yang turut menemani perjuangan saya.

Terima kasih banyak, #orangbaik!