Beliau bernama Pupu 75 tahun , kerap kita panggil mak pupu,Mak Pupu mempunyai luas rumah 8 bata, dengan kondisi rumah yang memprihatinkan, Dinding sekeliling rumah Mak pupu dari mulai ruang tengah, kamar dan dapur menggunakan dinding dari bambu (bilik). Kamar mandi beliau berada di luar rumah. Dengan keadaan rumah yang sudah rapuh dan tidak layak huni saat ini maklum saja karena rumah beliau didirikan pada tahun 1983 sampai sekarang rumah beliau belum direnovasi sama sekali ia hidup Bersama kedua cucunya.

Rp 0terkumpul dari target Rp 35.000.000( Program sudah selesai )

Cerita :

Beliau bernama Pupu 75 tahun , kerap kita panggil mak pupu,Mak Pupu mempunyai luas rumah 8 bata, dengan kondisi rumah yang memprihatinkan, Dinding sekeliling rumah Mak pupu dari mulai ruang tengah, kamar dan dapur menggunakan dinding dari bambu (bilik). Kamar mandi beliau berada di luar rumah. Dengan keadaan rumah yang sudah rapuh dan tidak layak huni saat ini maklum saja karena rumah beliau didirikan pada tahun 1983 sampai sekarang rumah beliau belum direnovasi sama sekali ia hidup Bersama kedua cucunya.

Untuk menyambung nyawa , mak pupu sekarang  berprofesi sebagai penjual makanan keliling di kampung kami ,yang dijajakan ketika jualan keliling yaitu makanan tradisonal dengan ciri khas nya yang unik, seperti cilok dengan bumbu kacang, ulen, Kerupuk dan lain-lain dengan total modal kurang lebih Rp200.000, serta mendapatkan keuntungan sebesar Rp60.000/hari, untuk kehidupan sehari-hari pun tidak mencukupi, belum untuk makan, untuk jajan kedua cucu dari anak ketiga yang tinggal serumah.

Ketika kami mengunjungi rumah nya , hanya ada satu ruangan kecil untuk kita duduk , Nampak ada 2 kamar tidur namun naas , hanya satu kamar yang terpakai karena kamar yang satunya sudah bocor . pada saat kami melihat ruangan belakang , tidak Nampak toilet di sana , kami hanya melihat dapur yang tertutup oleh bilik, beralaskan tanah ,dan tungku dengan kayu bakar  untuk memasak dagangan  .

Kami hanya ngobrol sebentar saja , namun kami bisa hafal betul kehidupan sehari-hari mak pupu, ia bangun tidur jam 3 subuh lalu sembahyang, setelah selsai ia langsung mempersiapkan bahan-bahan untuk di dagangkan siang nanti, jam 5 subuh ia kembali solat , dan setelah solat ia mulai mengolah semua bahan-bahan dagangan , setelah selsai ia memasak nasi dan menyiapkan makan untuk kedua cucunya, jam 8 ia mulai berkeliling untuk jualan, dan setelah pulang sore jam 4 ia mencari kayu bakar karena tidak mempunyai kompor , malam harinya jika tidur angin dan suhu yang dingin tak pernah hilang untuk mak pupu.

Di umur yang sudah tua ini ia berkeliling hingga puluhan kilo berjalan kaki guna hanya untuk menyambung nyawanya dan kedua cucunya. Melihat sosoknya seketika kami menundukan kepala ingat kepada ibu kita sendiri , semangat terus ya mak.

sahabat semuanya maukah kalian membantu mak pupu? sisihkan sedikit rezeki kalian untuk mengabulkan keinginan mak pupu renovasi rumahnya. yuk bantu mak pupu dengan cara :

1. Klik tombol “DONASI SEKARANG”
2. Masukkan nominal donasi
3. Pilih metode pembayaran GO-PAY, Jenius Pay, LinkAja, DANA, Mandiri Virtual Account, BCA Virtual Account, atau transfer Bank (transfer bank BNI, Mandiri, BCA, BRI, BNI Syariah, atau kartu kredit) dan transfer ke no. rekening yang tertera.

Tak hanya mendoakan dan berdonasi, saudara-saudara juga bisa membagikan halaman galang dana saya ini agar semakin banyak yang turut menemani perjuangan saya.

Terima kasih banyak, #orangbaik!

Share on facebook
Facebook
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on google
Google+
Donasi (0 Donatur)

Gerakan Kebaikan #SahabatAmal

Sahabat Amal Peduli Sesama adalah lembaga filantropi yang mengelola zakat, infak, sedekah, serta dana sosial lainnya melalui program-program pemberdayaan masyarakat. Program pemberdayaan direalisasikan melalui empat rumpun utama yaitu Senyum Juara (pendidikan), Senyum Sehat (kesehatan), Senyum Mandiri (pemberdayaan ekonomi), serta Senyum Lestari (inisiatif kelestarian lingkungan).

Copyright © 2021 SAPA. All Rights Reserved

Home

Campaign

Donasi Sekarang

Tanya

Konfirmasi