Setiap bekerja sang suami sering menjatuhkan air mata karena bingung penghasilan ia sebagai tukang cukur di gubuk tidak akan pernah cukup untuk mengobati istrinya yang sedang sakit!!

Rp 0terkumpul dari target Rp 32.000.000( 10 hari lagi )

Cerita :

” Setiap bekerja sang suami sering menjatuhkan air mata karena bingung penghasilan ia sebagai tukang cukur di gubuk tidak akan pernah cukup untuk mengobati istrinya yang sedang sakit!! “

Ia bernama ilah (53) sering di panggil ibu ilah , sudah 4 tahun berjuang melawan penyakitnya , suami ibu ilah bernama pak ikin (69) yang selalu berjuang mencari nafkah sebagai tukang cukur di gubuk .

4 tahun yang lalu ibu ilah merasakan sakit di daerah dada rasa sakit nya seperti di tusuk-tusuk , dan selama 4 tahun itu ibu ilah batuk tak henti hingga sekarang, di barengi dengan rasa sesak hingga susah nafas , dari dulu hingga kini ibu ilah selalu di temani oleh saudara perempuanya ia bernama imas , kapanpun ibu ilah membutuhkan imas akan siap untuk membantunya,

satu hari terjadi dimana pagi hari keluarga di bangunkan oleh ibu ilah , ia memukul-mukul suami berniat untuk membangunkannya , suami terkejut pada saat bangun karena melihat istri  tidak bisa bicara dan nafasnya terlihat sesak hingga kesakitan. pak ikin meminta tolong ke imas untuk mengantar ke puskesmas , sampainya di puskesmas ibu ilah di berikan oksigen dan memeriksa lebih lanjut, saat di periksa selsai ibu ilah harus di rujukan ke RS SMC secepatnya.

Esoknya ibu ilah di bawa ke RS SMC untuk tindak lebih lanjut , setelah di periksa di RS SMC ibu ilah harus di tindak rontgent namun sayang pada saat itu rontgent di RS SMC kebetulan sedang dalam perbaikan, pihak medis RS SMC meberiksan saran di rujukan ke RS Soekardjo untuk tindak rontgent, dan pihak keluarga bersedia .

sesampainya di RS soekardjo ibu ilah di periksa dan jadwal rontgent sudah di berikan, setelah selsai semuanya dari pemeriksaan cek lab hingga rontgent, pihak medis RS soekardjo mengatakan.

“pak di paru2 ibu ilah terdapat cairan , penyakit seperti ini bisa saja kangker paru atau paru basah, dan harus segera di rujukan ke RS profinsi, yaitu ke RS di bandung , “

pak ikin gemetar mendengar kata itu dari medis, ia tidak bisa bertindak apa-apa lagi , karena ia tau uang perbekalan untuk berobat sampai saat ini pun sudah habis,

saat ini ibu ilah hanya bisa terbaring , duduk untuk makan pun tidak kuat, karena selalu di barengi dengan batuk hingga sesak, pengobatan sekarang yang bisa di lakukan hanya kontrol rutin bulanan .

pak ikin berprofesi sebagai tukang cukur di gubuk kecil ini , jika hujan ia tidak bisa bekerja karena gubuk nya bocor dan air pasti akan masuk, di tambah ia pun sekarang sedang mengidap penyakit diabetes , ia selalu menyembunyikan penyakitnya karena tidak mau membebani fikiran istrinya, penghasilan sehari sudah bisa di tebak ia tidak akan mempunyai penghasilan tetap, paling besar 40 hingga 50 ribu rupiah saja itupun kalau cuacanya bagus.

saat ini ibu ilah selalu di temani oleh saudaranya imas , ia susah untuk bicara karena sering sesak nafas dan batuk.

sahabat semuanya , maukah kalian membatu ibu imas, sisihkan sedikit rezeki kalian,berikan ia semangat doa serta donasi  dengan cara:
1. Klik tombol “DONASI SEKARANG”
2. Masukkan nominal donasi
3. Pilih metode pembayaran GO-PAY, Jenius Pay, LinkAja, DANA, Mandiri Virtual Account, BCA Virtual Account, atau transfer Bank (transfer bank BNI, Mandiri, BCA, BRI, BNI Syariah, atau kartu kredit) dan transfer ke no. rekening yang tertera.

Tak hanya mendoakan dan berdonasi, saudara-saudara juga bisa membagikan halaman galang dana saya ini agar semakin banyak yang turut menemani perjuangan saya.

Terima kasih banyak, #orangbaik!

Share on facebook
Facebook
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on google
Google+
Donasi (0 Donatur)

Gerakan Kebaikan #SahabatAmal

Sahabat Amal Peduli Sesama adalah lembaga filantropi yang mengelola zakat, infak, sedekah, serta dana sosial lainnya melalui program-program pemberdayaan masyarakat. Program pemberdayaan direalisasikan melalui empat rumpun utama yaitu Senyum Juara (pendidikan), Senyum Sehat (kesehatan), Senyum Mandiri (pemberdayaan ekonomi), serta Senyum Lestari (inisiatif kelestarian lingkungan).

Copyright © 2021 SAPA. All Rights Reserved

Home

Campaign

Donasi Sekarang

Tanya

Konfirmasi